Untuk Indonesia, Gomez Dukung Rencana Perbaikan di Komdis

0
525


Kabar tidak sedap kembali datang dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Kamis (2/8/2018) malam. Persib dapat kerugian atas larangan bermain top scorer mereka Ezechiel N’Douassel dalam dua pertandingan. Jika diurut laga Persib di depan adalah melawan Sriwijaya FC dan Mitra Kukar.

Itu adalah imbas dari gestur memukul Ezechiel terhadap pemain Barito Putera Hansamu Yama, di pertandingan Barito Putera vs Persib, 22 Juli lalu. Seperti dikutip laman resmi PSSI, selain mendapat sanksi larangan bertanding, penyerang pengoleksi 13 gol itu didenda uang sebesar Rp. 20 juta.

Persib tampak akan sangat dirugikan, pasalnya pemain lainnya Bojan Malisic, dan Hariono masih belum selesai menjalani hukuman lainnya dari Komdis.

Sejatinya, Persib tidak lepas dari pantauan Komdis. Sebelum Ezechiel, Bojan Malisic, dan Hariono, In-Kyun Oh dan Supardi pernah alami kondisi serupa yang membuat berang pelatih Mario Gomez lantaran dianggap tidak adil.

Sebelum sanksi dijatuhkan kepada Ezechiel, pelatih Persib Mario Gomez mendukung soal rencana federasi melakukan perombakan ditubuh Badan Peradilan atau Komdis serta Komite Wasit.

“Jika itu untuk lebih baik tentu bagus, karena saya di sini tujuh bulan dan dari pengalaman di sini saya rasa banyak hal yang perlu diperbaiki supaya lebih baik,” kata Gomez pada Kamis (2/8/2018) siang.

Menurut Gomez Komdis hanya bisa menjatuhkan denda tanpa menerima pembelaan. Mereka dianggap tak mendasar dalam menjatuhkan hukuman, baik kepada personal maupun klub.

“Komdis hanya bisa denda, denda, denda, tapi sebelumnya tidak ada ruang untuk pembelaan. Pemain, pelatih, asisten, seharusnya didenda untuk satu kasus tapi sebelumnya perlihatkan apa yang menjadi dasar putusan itu, seperti perlihatkan videonya dan kita bisa bicara,” bebernya.

“Tapi di sini tidak seperti itu, hanya ada keputusan saja, tidak ada yang lain. Mungkin dari situ kita bisa berkembang dan ini semua untuk Indonesia, bukan hanya untuk Persib tetapi untuk Indonesia,” jelasnya.

Gomez masih belum memberi pernyataan soal larangan bermain ujung tombak andalannya. Rencananya, manajemen dan pelatih akan melakukan konferensi pers Jumat (3/8/2018) siang untuk menanggapi hukuman terhadap pemainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here