(Arena Bobotoh) Tantangan Bobotoh Kepada Miljan Radovic

0
40

Setelah pengangkatan pelatih kepala Miljan Radovic, bobotoh menunggu geliat bursa transfer pemain. Ranah media sosial yang berkaitan dengan persib dan bobotoh banyak diisi oleh rumor transfer pemain. Dari mulai isu transfer “balik bandung” para punggawa lokal “pituin” sampai pemain asing yang “caper” ingin direkrut. Sampai akhirnya kemarin, 9 Januari 2019 tim manajemen Persib mengumumkan dua rekrutan teranyar untuk mengisi skuad Maung Bandung di 2019. Satu pemain naturalisasi yang sebelumnya memperkuat Sriwijaya FC yaitu Esteban Viscara dan satu lagi adalah pemain asing asal Montenegro, Srdan Lopicic yang musim lalu memperkuat Borneo FC dan dipecat di tengah musim. Perekrutan kedua pemain ini langsung menimbulkan perdebatan.

Untuk perekrutan Esteban Viscara sepertinya hanya sedikit suara sumbang yang dikeluarkan bobotoh, hal ini terkait statistik penampilannya yang lumayan mentereng pada Liga 1 2018. Walaupun Sriwijaya FC melempem penampilannya di Liga 1 2018, total dari 32 penampilannya Viscara bisa mencetak 11 gol dan 4 umpan. Hal inilah yang bisa membuat bobotoh bernapas lega setelah kehilangan salah satu penyerang asingnya yang produktif Jonathan Bauman. Viscara sepertinya akan diproyeksikan menggantikan peran dari Bauman yang bisa menjadi pelayan bagi Ezechiel juga bisa menjadi eksekutor. Hal yang menjadi minus dari Viscara adalah kedisiplinannya, karena selama 32 kali penampilannya ia mengoleksi 6 kartu kuning. Suatu hal yang dirasa janggal untuk seorang yang berposisi di area penyerangan walaupun statistik kedisiplinanya masih lebih baik dari Bauman yang selama 26 kali penampilannya mengoleksi 8 kartu kuning dan 1 kartu merah.

Sementara itu, perdebatan dan perlawanan keras dari bobotoh justru datang untuk perekrutan Srdan Lopicic. Banyak komentar pedas dari bobotoh terkait usia Lopicic (35) yang dianggap uzur, ditambah pada Liga 1 2018 dia diputus kontrak oleh Borneo FC dipertengahan liga. Kalau kita melakukan perbandingan yang setara dengan mantan gelandang asing persib di 2018 (Oh in Kyun) sebenarnya Lopicic masih unggul, karena dari 18 kali penampilannya mencetak 3 gol dan 3 umpan dengan mengoleksi 2 kartu kuning. Sementara Oh in Kyun dari 27 kali penampilannya mencetak 3 gol dan 2 umpan dengan mengoleksi 8 kartu kuning dan 1 kartu merah.

Kritikan pedas dari bobotoh yang mengarah ke Lopicic ini tentu menjadi tantangan besar untuk Radovic, lebih besar dari tantangan saat ia datang ke Persib pertama kali sebagai pemain 7 tahun yang lalu saat ia juga sudah menginjak usia 36 tahun. Persib adalah klub dengan basis suporter terbesar di Indonesia yang setiap tahun memiliki tuntutan juara. Namun sebelum berbicara juara, mampukah Radovic membuktikan bahwa pemain pilihannya bisa “mengalahkan” tantangan dan ekspektasi bobotoh sama seperti yang dilalui Ardi Idrus dan Ghozali Siregar ?

K A M I T U N G G U P E M B U K T I A N M U M I L J A N R A D O V I C !

Penulis merupakan bobotoh yang berprofesi sebagai guru di SMK Lentera Bangsa Rengasdengklok Karawang dan SMKN 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi, berakun twitter @guruganteng33

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here