(Arena Bobotoh) Rekrutan Baru: Solusi atau Bunuh Diri?

0
37

Kita semua mungkin tahu bagaimana sulitnya Persib mencari pemain berposisi gelandang pengatur permainan yang cocok dengan visi bermain tim. Alejandro Tobar, Lorenzo Cabanas, Eka Ramdhani, Miljan Radovic, Georges Parfait Mbida Messi, Firman Utina, Makan Konate, dan Marcos Abel Flores Benard adalah pemain-pemain yang pernah memiliki tanggung jawab besar atas visi bermain serta aliran serangan tim Persib.

Kepindahan dua gelandang berpengalaman Esteban Gabriel Vizcarra (32) dan Srđan Lopičić (35) menuju Persib Bandung menjadi topik panas perpindahan pemain di minggu ini. Keputusan yang patut dipertanyakan karena kedua punggawa baru Persib ini bukan sebuah kejutan besar yang dijanjikan oleh jajaran manajemen Persib Bandung yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan pendukung Persib Bandung.

Kepergian Jonathan Bauman yang menuju Kedah FA dan In Kyun Oh sudah tentu menyisakan lubang di lini tengah dan serang Maung Bandung dan mungkin menjadi salah satu alasan manejemen mendatangkan keduanya ke skuad Persib. Esteban Visacara (32), nama yang tidak asing bagi banyak pencinta sepakbola Indonesia. Malang melintang di kompetisi kulit bundar nasional dan memiliki kemampuan di atas rata-rata, pemain ini banyak dikaitkan dengan klub-klub besar di kompetisi nusantara. Bukanlah hal baru bagi Esteban Viscara dikaitkan dengan Persib. Sejak kompetisi 2015, pemain ini sudah mencari incaran Persib namun kesempatan untuk meminjam jasa Esteban baru terwujud di musim ini.

Datangnya pemain kelahiran Argentina ini, bisa jadi, diharapkan membantu supply bola maupun pemecah kebuntuan lini depan. Seperti yang kita tahu, pemain ini bisa diposisikan sebagai gelandang serang, sayap kanan, sayap kiri, maupun penyerang depan. Selain itu, Esteban juga memiliki kemampuan individu yang cukup baik dan bisa dijadikan opsi untuk penendang bola mati. Apakah dengan kemampuan tersebut, kita semua bisa berharap Esteban bisa membantu Ezechiel “Aliando” N’Douassel mengganas seperti musim lalu?

Srđan Lopičić nama yang juga sering kita dengar di perhelatan kompetisi nasional. Segar diingatan kita bagaimana Lopičić dilepas Borneo FC di separuh musim kompetisi lalu. Dengan usia yang mulai memasuki masa pensiun untuk pemain sepak bola, sebenarnya Lopičić masih memiliki kualitas umpan dan visi bermain yang cukup baik. 17 penampilan bersama Pesut Etam di musim lalu menjadi acuan bahwa pemain ini masih bisa bermain baik di kompetisi Liga 1. Sama halnya seperti Viscarra, pengalaman Lopičić di kompetisi Indonesia pun bisa diapresiasi. Hanya saja, apakah Lopičić bisa menjadi dirigen penyerangan Maung Bandung yang efektif? Sebuah pertanyaan besar yang harus dijawab oleh Lopičić bahkan sebelum kompetisi dimulai.

Dibalik fenomena perekrutan Lopičić dan Viscarra, ada hal yang sebenarnya mengganjal di benak beberapa bobotoh. Posisi gelandang serang sebenarnya bisa saja dihuni oleh pemain binaan asli Persib, Gian Zola (20). Alangkah baiknya jika pemain binaan seperti Gian Zola diberikan kesempatan lebih di musim kompetisi depan setelah menjalani masa peminjaman di Persela Lamongan musim lalu. Toh, permainan Zola masih bisa dikembangkan oleh Miljan Radovic yang memiliki posisi sama di masa lalu saat bermain Persib.

Satu hal yang pasti adalah kritikan akan terus membanjiri Viscarra dan Lopičić. Namun, jangan lupakan bahwa kritik yang disampaikan adalah salah satu cara dukungan nyata dari para bobotoh untuk setiap pemain. Sebuah cara mendukung yang memang tidak lazim tapi beginilah adanya. Sebuah cara yang sebenarnya membantu mental para pemain ketika berjuang di dalam lapangan agar tidak mudah terprovokasi lawan. Terlebih, dengan gaya mendukung seperti ini, para pendukung semua akan tahu siapa pemain yang bermain dengan hati atau hanya untuk gaji. Hasilnya, ada pemain yang tetap termotivasi untuk tinggal di tim dan memberikan yang terbaik sepanjang musim dan juga ada yang pergi dan tidak ingin kembali. Selamat datang dan selalu ingat “pujian adalah racun” dan juga “Persib besar karena cacian.”

Ditulis oleh Bobotoh, dengan akun Twitter @wildhankusumah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here