Tony Ungkap Momen Bersejarah Bersama Maung Bandung

0
39

Direkrut jelang musim 2012, Tony Sucipto menjelma menjadi satu pemain yang tidak tergantikan. Delapan tahun dirinya berkostum Persib dan banyak pengalaman selama tinggal di Bandung. Selama berada di Kota Kembang Tony pun mengaku dirinya sangat kerasan bahkan tidak merasa seperti pendatang.

“Kesannya yang pasti selama 8 musim itu bisa menjadi Tony yang sekarang ini dan malah seperti jadi warga Bandung,” terang bek serbabisa ini ketika diwawancara di kediamannya, Jumat (11/1).

Selama membela panji Maung Bandung, berbagai kejadian dialami olehnya. Dari kejadian indah yang tidak terlupakan hingga hal menyakitkan yang mengiris hatinya. Momentum mengangkat piala di final ISL 2014 menjadi hal paling bersejarah. Mengingat Maung Bandung sedang haus gelar juara di kompetisi teratas.

Sedangkan hal paling menyakitkan bagi Tony adalah hasil minor pada musim 2019. Persib sempat tampil trengginas di awal musim namun performa anjlok sejak insiden berdarah di GBLA. Mengingat sanksi KOmdis menghujani Persib hingga harus bertanding di sisa kompetisi tanpa dukungan langsung Bobotoh di Stadion.

“Momen terbaik pastinya juara, penantian 19 tahun, kita semua Bobotoh menunggu akhirnya juara dan momen terberat ya kemarin, dengan adanya Seperti itu pasti menyayangkan, jadi imbasnya ke Persib berjuangnya di lapangan sendiri,” jelasnya.

“Meskipun tahun kemarin ada masalah, mungkin di tahun ini yang Tony rasa berat cuma kita masih merangkul di tim. Bukan karena hampir juara, kita di akhir-akhir berjuang sendiri tanpa semua dukungan Bobotoh, meskipun Bobotoh selalu mendoakan,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here