(Arena Bobotoh) Not Lopicic, It’s all About Radovic

0
36


Rabu 09 Januari 2019 jagat dunia maya dihebohkan oleh konfrensi pers penujukan Miljan Radovic, dimana acara tersebut menjadi perkenalan resmi manajemen tetang pelatih yang akan menahkodai kapal Persib Bandung dalam mengarungi lautan kopetsi gojek liga 1 2019. Penunjukan radovic sebenarnya cukup mengagetkan dikalangan bobotoh, setelah sejumlah rumor nama muncul, terlebih pada awal kedatangan nya Rdovic bertugas sebagai direktur teknik Persib Bandung. Tapi apa mau dikata, pertimbangan lisensi Pro UEFA dan pengalaman sebagai pemain Persib menjadi poin tersendiri yang manajemen lihat dari penunjukan ini.

Pengalaman sebagai pelatih memang belum lama ini diambil oleh Radovic, yaitu sebagai asisten pelatih di OFK Grbalj ( 2014-2018 ), pelatih U-18 di DSK Shivajians FC ( 2018 ), setalah itu ditunjuk menjadi direktur teknik Persib Bandung pada Desember 2018. Sangat minim pengalaman jika dibandingkan pelatih-pelatih persib sebelumnya.

Jika membandingkan kebijakan penunjukan Radovic oleh manajemen mungkin ingin meniru kesuksesan Zinedine Zidane di Real Madrid. Terlalu berlebih memang, tetapi faktanya demikian. Sama-sama posisi pemain tengah, jago free kick dan pernah menjadi pemain di klub sebelumnya. Apakah akan berhasil? Belum tentu. Apakah akan gagal? Belum diketahui sebelum musim berjalan dan melihat racikan ala Radovic.

Mengenai kehebohan kemaren ada satu 3 hal yang menarik perhatian sepakbola Indonesia, khususnya bagi Bobotoh Persib Bandung. Pertama di lepas nya Victor Igbonefo, Kedua resminya Ezteban Vizcarra, dan yang ketiga resminya Srdan Lopicic. Disini yang paling menyita perhatian dan pro kontra tentu saja peresmian Srdan Lopicic.

Jika merujuk performa Musim 2018 kemarin bersama Borneo FC Lopicic hanya mampu mengemas 3 gol dari 18 partai yang dimainkan. Tidak buruk tapi tidaklah istimewa. Sudah seharusnya tim sebesar Persib mencari sosok yang mampu menaikan mental tim, kepercayaan diri, dan memimpin di lini tengah Persib. Jika merujuk permainan pun Lopicic adalah gelandang khas negeri Balkan yang kuat secara fisik dan power namun kekurangan nya adalah long pass dan crossing yang sekali lagi tidak istimewa. Itu pula yang membuatnya digantikan oleh Borneo FC musim lalu sebelum kompetisi usai. Terlebih usia yang sudah memasuki masa akhir, 35 tahun.

Radovic pun angkat suara terkait penunjukan ini, beliau mengatakan Lopicic jangan dilihat dari usia karena permainan Lopicic sesuai dengan kebutuhan strategi tim. Menariknya kita sendiri sebagai Bobotoh belum pernah melihan langsung permainan tim yang di arsiteki oleh Radovic. Apakah tipe pragmatis seperti Mourinho, total football ala Van Gaal, tiki-taka ala Guardiola, catenaccio ala Conte, atau tipe kick and rush ala Capello saat menukangi timnas Inggris di Piala Dunia 2010. Patut kita tunggu.

Memang tidak salah jika seorang pelatih membawa pemain yang dekat dengan dirinya yang hapal tipe permainan dan keinginan dari pelatih itu. Sebagai contoh Jorginho yang dibawa oleh Sarri ke Chelsea, Matic yang dibawa Mourinho ke Manchester United, Baumann dan Malisic yang dibawa Gomez ke Persib. Khusus 2 nama terakhir Bobotoh pun pasti tau kualitas dan permainan mereka. Hal ini karena Baumann dan Malisic pernah bermain bersama Gomez dan sudah diketahui permainan nya. Lain cerita dengan Lopicic, selain belum pernah bermain bersama dan belum tentu sesuai dengan strategi Radovic, hanya factor satu negara saja dan pengalaman sebagai pemain di Liga Indonesia yang menjadi pertimbangan lebih.

Waktu akan menjawab semuanya, bukan tentang Lopicic, semua tentang Radovic. Well see……

Ditulis oleh Mizan Insani, Bobotoh dengan akun Twitter dan Instagram : @mizaninsani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here