Tony Sucipto, Dilema Melepas Sang Legenda

0
158

Tony Sucipto, Stadion Siliwangi, 2013.

Dilema adalah saat mengatakan kamu tidak akan diperpanjang di klub. Namun di bagian lain, kamu adalah legenda bagi kami. Begitulah kiranya manajemen menyampaikan keputusan berat kepada pemain besarnya.

Dengan menyedihkan, delapan musim masa bakti Tony Sucipto di Persib harus berakhir. Ia ucap perpisahannya pada Jumat (11/1/2019) kemarin, setelah mendapat kepastian bahwa manajemen klub tidak akan memperpanjang kontraknya untuk musim 2019.

Ini tentu menjadi satu kehilangan yang sangat berat. Da gelar domestik (Indonesia Super League 2014 dan Piala Presiden 2015—pengganti kompetisi yang dibekukan) dipersembahkannya untuk warga Kota Bandung. Terkhusus, untuk fans fanatik Persib Bandung, Bobotoh. Dia tercatat sebagai pemain yang menjadi bagian sebuah tim yang menyudahi dahaga, puasa tanpa gelar selama 19 tahun lamanya.

Celebest Cup 2013 dan Piala Wali Kota Padang 2015 adalah dua gelar pra-musim yang sempat ia cicipi. Apa daya, Tony harus pergi karena didesak regenerasi yang menjadi kebutuhan tim ini. Persib telah punya pengganti sang veteran dalam diri Ardi Idrus dan mungkin Zalnando yang bakal melengkapi.

Di sisi lain, kepergian Tony cukup disesalkan. Pengorbanan delapan musim seperti terlihat tidak begitu dihargai. Statusnya sebagai pemain senior sebenarnya bisa diandalkan guna membimbing pemain muda di tim atau sebagai kapten di lapangan. Bukankah seorang legenda akan lebih sempurna, jika pensiun di klub yang ia bela?

Selama itu pula, pria asal Surabaya ini mengetahui kultur kota kembang hingga menjadi warga Bandung. Mengetahui seluk beluk klub, kebijakan rekrutan pemain tiap musimnya. Biar pelatih silih berganti, ia selalu tetap berada di starting eleven (2011-2017). Hingga musim lalu (2018), ia menemukan masa. Masa dimana dirinya harus mengakui, ada tenaga muda yang bisa bersaing dan menjadi pengganti dirinya.

Bobotoh, di final Liga Super Indonesia 2014, di Jakabaring, Palembang

Inilah sebuah dinamika di sepakbola. Kita bisa melihat Bagaimana Alex Ferguson di Manchester United berani melepas Patrick Evra ke Juventus musim 2014. Mengetahui dari tim statistic-nya, Evra dalam beberapa musim terakhir mengalami penurunan dalam berbagai aspek teknis di lapangan. Padahal, pemain asal Perancis itu telah berjasa melengkapi gelar-gelar Setan Merah dengan 15 trofi juara.

Statistik Tony menurut data Soccerway mengalami penurunan jumlah kesempatan bermain dari total bermain klub di kompetisi resmi. Kondisi ini ikut mengurangi jumlah menit bermain dirinya setiap musim. Saat juara musim 2014, Tony main di 25 pertandingan dari total 28 laga yang dimainkan Persib (2281 menit bermain). Musim 2017 dia main di 26 pertandingan dari total 34 laga (2168 menit), dan musim 2018, pemain asal Surabaya ini bermain di 20 pertandingan dari total 34 laga (1409 menit).

Kehidupan harus terus berjalan. Untuk itu, baik Persib maupun Tony mesti saling merelakan. Tapi legenda tetaplah legenda, seorang pemain yang pernah menorehkan tinta emas saat mengangkat trofi. Pemain besar yang punya kontribusi besar saat masih Berjaya.

Gol tendangan 12 pass mu di final 7 November tak akan pernah kami lupa.

Ditulis oleh Yaser Adil, Jurnalis Simamaung, berakun Twitter @yasseradil dan Instagram @yasser_adil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here