Kemenpora Buka Kompetisi Liga Berjenjang di Bandung

0
21

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar event sepakbola usia dini. Gelaran bertajuk Liga Sepakbola Berjenjang Piala Menpora 2019 tersebut dibuka di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sabtu (16/3). Sekitar 5 ribu tim dari 157 daerah ambil bagian dalam turnamen ini.

Ada lima kategori yang dipertandingkan dalam bergagai tingkat usia. Mula dari U-12, U-14, U-16, U-17 (putri) dan juga U-21 (mahasiswa). Alasan dipilihnya kompetisi usia dini karena ada keserahan dari banyak Sekolah sepakbola (SSB) yang kekurangan ajang bertanding selain Piala Soeratin.

Turnamen dimulai dari seri kabupaten dan kota dari Maret hingga Juni. Nantnya pemenang dari tingkat ini akan melaju ke babak regional. Sedangkan, pada seri nasional akan berlangsung di berbagai daerah seperti Palembang (U-12), Solo (U-14), Banten (U-16), Bandung (U-17 putri) dan Yogyakarta (U-21 mahasiswa).

Menpora, Imam Nahrawi pun menjelaskan kenapa diputuskan untuk serius menggarap turnamen skala nasional di tingak kelompok umur. Itu karena adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan Persepakbolaan Nasional. Untuk itu, pemerintah mulai mencurahkan perhatiannya pada event di luar kompetisi di bawah federasi.

“Inpres ini merupakan perhatian yang sangat serius dari pemerintah untuk memastikan sepakbola ini dibebankan kepada semua pihak bukan hanya bagi federasi tapi juga BUMN, pemerintah, pegusaha daerah,” ujar Imam ketika diwawancara.

“Supaya bukan hanya mereka yang di level elit yang diperhatikan tapi proses pembinaan berjenjang harus dilakukan oleh semua termasuk Kementrian pemuda dan olahraga dan kementrian lain dan juga masyarakat juga yang betul-betul harus kami apresiasi,” jelasnya.

Dalam turnamen ini, Kemenpora juga mulai menggunakan teknologi VAR (Video Assistant Referee (VAR). Imam terinspirasi dari kompetisi amatir di Kota Kembang, Bandung Premier League (BPL) yang sudah melakukan terosobosan itu. Imam juga ingin VAR ini bisa diberlakukan di kota-kota lain.

“Seperti Bandung Premier League ini kan tidak ada bantuan dari pemerintah tapi bisa eksis dan ini coba dikembangkan di daerah lain,” tutup Imam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here